Sherlock Holmes Novels

Image 1st Novel of Sherock Holmes (1887)

Image2nd Novel of Sherlock Holmes (1890)

Image 3rd Novel of Sherlock Holmes (Di terbitkan sebagai cerita bersambung di majalah the Strand, 1901-1902)

Image4th Novel of Sherlock Holmes ( Di buat cerita bersambung di majalah the Strand, 1914-1915)

Buku Kompilasi cerita Sherlock Holmes :

Image (1891-1892)

Image (1892 – 1893)

Image (1903-1904)

Image Last Book of Sherlock Holmes (1921-1927)

Buku Sherlock Holmes merupakan buku detektif terpintar bagiku. Berbeda dengan banyak buku detektif lainnya yang pernah ku baca, sangat menginspirasi, banyak juga yang telah membuat filmnya, dan menulis cerita Sherlock Holmes, seperti Maurice LeBlanc, Sherlock Holmes vs. Arsene Lupin, tapi tetap saja, tidak ada yang bisa menggambarkan Mr. Sherlock Holmes sehebat Sir Arthur Conan Doyle. Membaca buku Sherlock Holmes karangan orang lain atau menonton filmnya, membawa kekecewaan bagiku, karena belum ada yang bisa menggambarkan sosok Sherlock Holmes yang karismatik, kadang terlihat angkuh, tapi dia tahu bagaimana bersikap kepada orang baru, karena dia orang Inggris yang penuh dengan tata krama, dan sopan santun.

ImageImage

Ada satu film holmes yang aku temui sudah mendekati kemiripan dengan Mr. Holmes karya Sir Doyle, yang di perankan oleh Benedict Cumberbatch. Di Sutradarai oleh Steven Moffat dan Mark Gatiss, dan penulis naskah steve thompson. Film yang ini cukup jenius dengan menceritakan Holmes di era 2012. Ceritanya menarik, dan cukup pintar, tapi tentunya tidak sesempurna Mr. Holmes yang ku kenal karya sir Doyle.

Mungkin suatu hari nanti aku bermimpi memvisualisasikan karakter Mr. Sherlock Holmes yang ku kagumi di dalam film yang ku sutradarai.

Yah, bisa di bilang julukan detektif terbaik di dunia memang benar, Sir Artur Conan Doyle menggambarkan Holmes secara luar biasa!

Banyak juga pengetahuan yang akan kalian dapat dari buku ini. Karena sebenarnya semua buku mengandung pengetahuan, begitu juga film, sebenarnya apapun, tergantung apa respon dari individunya.

Categories: Book, Movie | Leave a comment

Kidung

Writen by Chris Manusama
Sang by Chrisye

Tak selamanya
Mendung itu kelabu
Nyatanya hari ini
Kulihat begitu ceria

Hutan dan rimba
Turut bernyanyi pula
Membuat hari ini berseri
Dunia penuh damai

Bintang berkelip
Dengan jenaka
Seakan tahu
Arti dan rasa

Oh kidung yang indah
Kau luputkan aku
Dari sebuah dosaku

Tak selamanya mendung itu kelabu
Nyatanya hari ini
Kudapat bernyanyi kepadanya

Categories: Lyrics, video clip | Leave a comment

Rain Perspective

Image

Lagi-lagi aku menemukan diriku sedang bersyukur menatap hujan di sore hari sambil menyenandungkan lagu “Kidung” karya Chris Manusama. Aku melihat keluar dari kamarku, terlihat anak-anak sedang bersenda gurau, bermain, berteriak-teriak di bawah guyuran hujan deras yang mampir sore ini. Betapa gembiranya mereka bermain di bawah hujan ini pikirku, sementara aku setengah gembira, tapi setengah dari pikiranku lagi khawatir, karena 30 menit dari sekarang aku harus berada di tempat lain, yang jaraknya hanya 10 menit dari tempatku menyewa kamar. Biar jaraknya hanya 10 menit, aku yakin begitu sampai di tempat itu aku akan menemukan diriku basah kuyub di guyur hujan deras ini.

Di tengah kekhawatiranku muncul rasa untuk bersungut kepada TUhan karena hujan yang seperti ini, sudah 3 jam hujan di sini tidak berhenti, dan terus mengguyur dengan deras membuatku tidak bisa, melakukan apa-apa di luar sana kecuali bermain air.

Tapi di tengah kekhawatiranku itu aku terus bernyanyi Kidung yang berisi :

Tak selamanya, mendung itu kelabu, nyatanya, hari ini, ku lihat, begitu ceria.

Hutan dan rimba, turut bernyanyi juga, membuat hari ini, bersemi, dunia penuh damai.

Reff : Bintang berkelip, dengan jenaka, seakan tahu, hati dan rasa..

oh, kidung yang indah, kau luputkan aku, dari sebuah dosaku.

Dosaku di sana untukku adalah dosa untuk bersungut, mengutuki hujan yang di berikan Tuhan kepada seluruh umat manusia di bandung, tidak terkecuali aku.

Aku melihat anak-anak di luar sana terus bermain, bersenda gurau, lalu aku menyadari satu hal, bahwa yang ku butuhkan hanyalah merubah pola pandangku tentang hujan.

Seperti halnya anak-anak di luar sana yang sedang bermain hujan. Tidak! ini bukan soal air yang turun dari atas sana mengguyur yang ada di bawahnya. Ini tentang pola pandangku, pola pandang manusia.

Manusia mengatakan pada dirinya jika hujan sangat deras, apa lagi hujan angin, aku lebih baik tidak ke mana-mana, kecuali aku ingin kebasahan, atau jika hujan sangat deras seperti ini akan mengakibatkan banjir. Maka aku ingin mengatakan pada diriku, aku harus memakai jas hujanku dan pergi keluar sana untuk menyelesaikan tanggung jawabku di tempat lain. Ngomong soal banjir, itu soal lain, disaat hujan aku pernah dengan bahagia membetulkan loteng rumah, mencuci motorku, mengepel rumah, membersihakan WC, aku kira itu tidak ada bedanya saat hujan lalu membersihkan selokan di depan rumah yang juga sudah pernah aku lakukan (walaupun aku harus mengingatkannya pada diriku untuk tidak melakukan itu lagi, karena hal itu menjijikan).

Di sini masalahnya bukan hujan, tapi perspektif, pola pandang kita terhadap suatu hal, apakah hal tersebut masalah atau bukan. Masalah akan jadi masalah, saat kita menyatakan pada hal tersebut bahwa si hal itu adalah masalah!

Ya! Maka aku katakan pada diriku, mari jadi anak kecil, menganggap hujan bukan masalah. Aku pernah melwati berbagai hal dengan riang bersama hujan, salah satunye membetulkan genteng rumah yang bocor saat hujan. =D

AKu kenakan jas hujanku (walau aku tahu, hujan sederas ini pasti akan membasahi baju dan jaket yang aku pakai di bawah jas hujan ini), lalu aku menyalakan motorku, mengirim pesan singkat pada temanku, “aku otw sekarang”, sambil mengendarai motor di jalan yang sepi karena hujan, di mana mobil pun bahkan memilih untuk tidak berada di jalanan saat ini, karena takut ada genangan air atau banjir, aku di atas motorku bernyanyi “kidung” dengan menikmati guyuran hujan di jalan menuju tempat yang ku tuju. Dan aku bilang, itu adalah momen hujan yang paling menyenangkan bagiku, mengalahkan momen hujan saat aku membetulkan genteng yang bocor di saat hujan angin.

Hujan terus turun seperti ini selama seminggu lebih, deras, berangin, bertahan selama 3-4 jam, dan aku menemukan diriku tidak bersungut-sungut seminggu ini karena hujan, walaupun hampir itu terjadi kalau bukan karena lagu kidung dan anak-anak.

Tuhan, terimakasih untuk hujan yang kau berikan bagi kota Bandung ini… Sungguh mengaggumkan, bagiku, hujan yang Kau berikan ini sangat menyenangkan! Sungguh! Tambah hari aku tambah mengagumi dan mencintai karya tanganMu!

Categories: The Writting | Leave a comment

umbrella, rain, and the step

A gentleman says to a girl, “For you I will get through the fire, through the storm, trough unbeatable mountain, just to be with you!”

Then someday the gentleman cancel the appointment with the girl, the girl ask “why? What happen?” The gentleman gives a simple answers “drizzle”.

How is it a simple drizzle, or a simple rain stop human to stepping forward? Because they don’t know where to look the rain from. Me, my self prefer to look a rain below my umbrella, then I concentrate to the road ahead, that lead me to my goal at the end of the road.

Categories: Photograph, The Writting | Leave a comment

Shark in new jersey

Shark in new jersey

“Sharks enter the New Jersey as flood waters rose.”
That’s a great photograph, but is that a real photograph? Because it didn’t look like a real one.

Categories: Reblogged | Leave a comment

United vs Chelsea 4-5

Di sini terlihat sekali bahwa Manchaster UNITED sangat kekurangan defender. Materi defender masih harus di pertajam, seperti centre back, defensive midfielder, dan terutama goal keeper. Lindergaard masih terlihat kaku dan kurang percaya diri di hadapan pemain Chelsea.

Categories: The Writting, video clip | Leave a comment

Superman — Moebius

my second favorite DC comics hero…

Biblioklept

View original post

Categories: Picture, Reblogged | Leave a comment

Batman — Moebius

my favorite DC hero….

Biblioklept

View original post

Categories: Picture, Reblogged | Leave a comment

“Attacked by a Vampire” — Cormac McCarthy

Biblioklept

They walked on into the dark and they slept like dogs in the sand and had been sleeping so when something black flapped up out of the night ground and perched on Sproule’s chest. Fine fingerbones stayed the leather wings with which it steadied as it walked upon him. A wrinkled pug face, small and vicious, bare lips crimped in a horrible smile and teeth pale blue in the starlight. It leaned to him. It crafted in his neck two narrow grooves and folding its wings over him it began to drink his blood.

Not soft enough. He woke, put up a hand. He shrieked and the bloodbat flailed and sat back upon his chest and righted itself again and hissed and clicked its teeth.

The kid was up and had seized a rock but the bat sprang away and vanished in the dark. Sproule was clawing at his neck…

View original post 99 more words

Categories: Reblogged | Leave a comment

Weekly Photo Challenge: Foreign

City Life Picture

This Trojan Horse was used in the movie “Troy” (2004) and was moved here from Mexico. Apparently it was a gift from Brad Pitt to the city of Canakkale, although it’s supposed to be moved to Troy when the new museum there is finished. With all of the boats on the waterfront you could say the Trojan Horse looks foreign.

 

For more entries in this weeks challenge: http://dailypost.wordpress.com/2012/10/26/weekly-photo-challenge-foreign/

View original post

Categories: Photograph, Reblogged | 1 Comment

Create a free website or blog at WordPress.com.